Sabtu, 28 Desember 2013

Pak Jokowi, Kota Tua Sudah Cantik Tapi Pengamen Perlu Diatur

Nama : Herru Hermawan. NPM : 13210273. Kelas : 3EA17. Tulisan : Softskill Etika bisnis Jakarta - Kota Tua merupakan wilayah cagar budaya peninggalan Belanda yang harus dijaga. Sebelumnya, objek wisata bersejarah ini semrawut dan terkesan kumuh. Di tangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Kota Tua disulap menjadi lebih teratur dan menarik. Namun, beberapa pengunjung masih memiliki kritik dan saran terkait kondisi Kota Tua. "Sekarang ini Kota Tua auranya berubah. Dulu tuh rasanya tidak hidup, namanya Kota Tua lalu setelah tua jadi terasa mati gitu ya. Sekarang lebih teratur," kata salah seorang pengunjung, Al Fikri (68), Sabtu (28/12/2013). Fikri yang sudah berkali-kali mengunjungi Kota Tua menikmati perubahan suasana yang ada saat ini. Namun ia juga memberikan saran terkait para pengamen yang banyak ditemui di Taman Fatahillah. "Sekalian saja mereka dibuat supaya lebih Betawi gitu. Sekarang kan kesenian Betawi-nya cuma ondel-ondel, sama makanan kerak telor. Coba itu ditambah," kata warga Bekasi ini. Faktor kebersihan juga menjadi sorotan dari para pengunjung. Menurut Herald (58), meskipun sekarang sudah lebih bersih, pemprov harus tetap menambah jumlah tempat sampah yang ada. "Coba sekarang saya di sini, mau buang sampah tapi sepanjang kanan dan kiri saya nggak keliatan tong sampahnya," kritik Herald yang ditemui di depan Museum Wayang. Terlepas dari kritik dan saran dari para pengunjung, Kota Tua dinilai bisa menjadi alternatif hiburan di akhir minggu. Masyarakat yang bosan dengan kebiasaan berbelanja di pusat kota, dapat mengunjungi Kota Tua. "Saya senang di sini lebih terawat dan terorganisir, gedung-gedung juga dicat, jadi ada pilihan jalan-jalan selain ke mal," ujar Eva (50) yang datang bersama ketiga anaknya. Jokowi menggandeng pihak swasta dan BUMN untuk membenahi kawasan ini. Mantan Wali Kota Solo ini percaya, pembenahan infrastruktur Kota Tua akan membawa banyak keuntungan bagi Jakarta. Jokowi juga berharap Kota Tua akan identik dengan Jakarta. "Karena apa pun sebuah kota akan itu dilihat nantinya kalau punya kekuatan yang unik. Itu yang akan menjadi sebuah brand yang unik akan menjadi sebuah brand kota, itu akan menjadi kekuatan dan potensi yang unik. Jakarta adalah Kota Tua," tegas Jokowi di Stadion Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (24/10/2013). Sumber: http://news.detik.com/read/2013/12/28/173937/2453129/10/pak-jokowi-kota-tua-sudah-cantik-tapi-pengamen-perlu-diatur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar