Jumat, 12 April 2013
Berantas Premanisme, Polisi Butuh Dukungan (softskill bahasa indonesia 2)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menyatakan pemberantasan preman itu bukan cuma soal penangkapan objek preman saja. Hal itu mesti diiringi penanganan yang sistemik dan kerjasama erat antara penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Rikwanto di Jakarta, Jumat (12/4), menegaskan jika cuma dilakukan salah stau pihak saja, yang terjadi adalah terus munculnya preman kambuhan ataupun preman generasi baru bak cendawan di musim hujan.
"Preman itukan tumbuh terus, selama mereka diberi peluang tumbuh lewat kondisi sosial semacam itu. Kepolisian tetap perangi premanisme, cuma kita tetap minta dukungan, dari Pemerintah Daerah dan masyarakat, supaya mereka kembali ke kehidupan normal," tuturnya.
Sayangnya, pembinaan yang dimaksud masih berupa program serupa pemberian nasehat konvensional. Dikatakannya, mereka sekadar didata identitas diri, diminta sidik jari dan fotonya, untuk kemudian dikembalikan kepada masyarakat. Kepolisian, aku Rikwanto, terus melakukan pemantauan terhadap mereka.
Padahal, ia menukas, para kaum preman yang tak terbukti melanggar hukum ini mestinya dibina secara lebih komprehensif. Misalnya, diberikan pelatihan ataupun lapangan pekerjaan. Sebab, mayoritas dari mereka terjun ke dunia jalanan akibat tak punya keahlian tertentu untuk bisa berkompetisi secara wajar di Ibu Kota.
"Harusnya mereka itu dikembalikan ke Dinas Sosial Pemda. Soalnya ini bisa menjadi penyakit masyarakat," tegas Rikwanto.
Sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/12/5/146191/Berantas-Premanisme-Polisi-Butuh-Dukungan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar