Rabu, 31 Oktober 2012
Aksi Penculikan Anak
Kasus penculikan Raisyah (5) adalah satu fakta terbaru perihal aksi penculikan anak. Kasus seperti ini, sebenarnya sudah pernah terjadi beberapa waktu yang lalu. Namun, peristiwa penculikan Raisyah seolah menjadi titik kulminasi betapa aksi kriminalitas berwujud penculikan anak merupakan modus operandi kejahatan yang patut diwaspadai. Jika tidak, bukan tidak mungkin kasus-kasus seperti ini di masa yang akan datang bisa terulang kembali.
Kekerasan, dalam bentuk apapun, harus dihindari. Berbagai peluang bagi terjadinya kekerasan harus ditutup rapat. Ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama; pemerintah, orang tua, kalangan pendidik dan lain-lain. Pemerintah harus pro aktif. Petugas keamanan harus menunjukkan profesionalismenya dalam bekerja. Perangkat-perangkat yang berkaitan dengan itu, harus disiapkan.
Terkait aksi penculikan anak, tentu peran orang tua sangat diharapkan untuk bisa dijalankan dengan maksimal. Demikian juga dengan pihak pengelola pendidikan anak. Semuanya harus saling bersinergi. Pengalaman selama ini, penculikan sering terjadi saat jam sekolah, harus dijadikan sebagai bahan pelajaran yang amat berharga. Biasanya pendampingan terhadap si anak ketika berada di lingkungan sekolah, terkesan tidak maksimal.
Kemudian, kepada si anak juga harus diberi pemahaman tentang berbagai modus kejahatan. Misalnya bagaimana memahami berbagai macam contoh gerak-gerik si pelaku kejahatan. Hal ini penting untuk diperhatikan sebagai tindakan preventif. Dengan demikian, si anak minimal akan dapat berpikir dan melakukan tindakan.
Maraknya kasus penculikan terhadap anak-anak sudah sangat meresahkan kita semua. Terlepas pada faktor apa yang melatarbelakangi aksi ini, yang jelas kasus ini layak dijadikan sebagai bahan perenungan kita bersama. Bagaimana menyelamatkan anak-anak dari segala macam tindak kekerasan, yang bisa menimbulkan trauma pada diri si anak, bahkan sampai pada penghilangan nyawa.
Salah satu elemen penting dalam mengantisipasi maraknya aksi penculikan anak adalah peran pengelola televisi. Tak dapat disangkal, bahwa banyak tayangan yang muncul di layar televisi (seperti halnya media massa lainnya) kurang mendidik. Sekalipun belum ada pembuktian, namun disadari bahwa maraknya tayangan kekerasan di beberapa stasiun televisi kita turut serta sebagai faktor pemicunya.
Sungguh, kekerasan bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Kekerasan terjadi karena dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, memberantas budaya kekerasan, haruslah berangkat dari pemahaman yang benar tentang kekerasan itu sendiri berikut faktor-faktor penyebabnya. Dengan demikian, kita akan bisa menganalisa akar permasalahannya.
Lantas kita patut bertanya, bagaimanakah sesungguhnya kontribusi kita dalam menyelamatkan generasi anak bangsa, khususnya anak-anak? Adakah budaya kekerasan sudah mengakar begitu kuat di masyarakat kita sehingga sulit dihilangkan?
Perihal tayangan kekerasan di televisi, sesungguhnya sudah lama diributkan. Berbagai masukan dari sejumlah elemen masyarakat sudah banyak dilayangkan. Tetapi, oleh pihak pertelevisian, tidak pernah digubris sama sekali. Dengan demikian, jadilah tayangan yang tak pantas ditonton anak-anak, menghiasi layar televisi kita. Maka, tanpa susah payah, kita dengan gamblang menemukan dampaknya, yaitu kekerasan terjadi di mana-mana.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi aksi penculikan terhadap anak khususnya adalah dengan mengintensifkan jalinan komunikasi antara orang tua, guru, dan anak. Hal ini penting untuk terus memonitor keberadaan dan kondisi si anak. Misalnya, bagaimana jalur komunikasi dipakai sebagai alat untuk terus mengawal ketika si anak sudah meninggalkan rumah.
Aksi penculikan terhadap anak adalah bahagian dari tindak kekerasan. Karena itu, marilah kita menghilangkan budaya kekerasan sejak dini. Banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya. Marilah kita mulai dari hal-hal yang kecil. Kewaspadaan layak ditingkatkan.
Sumber: http://opini.wordpress.com/2007/08/29/waspadai-aksi-penculikan-anak/
Indonesia Export Import seminars and training
Apreisindo stands for Asosiasi Profesi Ekspor Impor Seluruh Indonesia (Indonesian Export-Import Profession Association) is a non-profit oriented legal entity with an objective to support the government policy in improving the quality of the Indonesian human resources as set out by the Constitution of 1945 and eliminating the poverty through educational program, training, seminars and workshop which finally goes to the award of the national and international profession certificates.
Apreisindo is aware that this objective cannot be achieved by working alone, but it can be realized through a collaboration with both governmental and private institutions. To this end, the Association has initiated and established a cooperation with the Education and Training Board of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia which will provide its assistances in respect of the education and training as well as the required facilities and infrastructure, including the supports of its experts.
In order to improve the capabilities, quality and competency of human resources who have and will work in export-import and international business, we will be happy to establish a cooperation with all parties such as private and governmental institutions, international and national institutions who possess the similar objective under a win-win principle.
In a collaboration with the Export Import Course Consortium, the program of Apreisindo among others in form of the improvement of capabilities, quality and competency of human resources who have and will work in export and import sector. Apreisindo has received valuable support from the Ministry of National Education of the Republic of Indonesia. The structure of the management of the Apreisindo head office has been inaugurated by the Director General of Extracurricular Education in the presence of the related officials on January 31, 2007 at the Office of the Ministry of National Education, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.
In order to be aware of the challenges for the business survival especially in export and import sector, we offer some interesting packages for the knowledge expansion of those who have or will engage in international business, export and import as well as for international business observers.
In a cooperation with private institutions with tens years of experiences in their respective field, we offer both private and governmental institutions some types of training, seminar and workshops with the subjects of the import-export, taxation and banking. The time, venue and materials is customized to your needs.
The association is pleased to offer a cooperation with event organizer in arranging any seminar, workshop and training concerning the international business and trade among others taxation, customs and banking which includes the regulations and its implementation, problems and solutions.
The seminars, education, training and workshops can be held at the agreed venue or at Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Keuangan (BPPK) , The Education and Training Board of the Ministry of Finance (BPPK) Jakarta.
Mou Kesepahaman BPPK - Apreisindo Mou Kesepahaman BPPK - Apreisindo
Mou Kesepahaman BPPK - Apreisindo
The cooperation between Apreisindo head office and BPPK has been entered into a Memorandum of Understanding executed on January 9, 2006 at the office of BPPK, Jakarta.
Further information about the types of seminar/training/workshop can be obtained by contacting our secretariat with the contact number at the end of this site or write a message sent to us through the icon of “Contact Apreisindo”.
Sumber: http://apreisindo.org/content/view/9/8/
Selasa, 23 Oktober 2012
5. Latar belakang masalah
Honda menguasai market share hingga 56,55 persen, sedang Yamaha ada di posisi kedua dengan 34,73 persen, dan Suzuki ad diposisi ketiga sebesar 7,45 persen.
3. Data penjualan motor Suzuki
Dalam industri motor di Indonesia, Suzuki memperoleh “potongan kue” pasar sebesar 7,45%. Jumlah ini merupakan pangsa pasar terbesar ketiga di Indonesia setelah Honda dan Yamaha. Berikut pangsa pasar sepeda motor Suzuki berdasarkan kategori. No Pangsa pasar sepeda motor Suzuki berdasarkan kategori 1 Bebek 9,16% 2 Skutik 5,39 3 Sport 5,61%.
Penjualan sepeda motor skutik Suzuki memeliki pertumbuhan yang lambat dibandingkan pesaing utamanya. Pertumbuhan sepeda motor skutik saat ini telah mencapai 48,4% pada juni 2010 dan posri terbesar dikuasai oleh Yamaha yang terlebih dahulu meluncurkan MIO dan Honda yang mulai memperluar pasarnya dengan Vario serta Scopy. Bahkan diperkirakan apda 2011 penjualan motor skutik dan bebek mengalami equilibrium permintaan. Hal ini menjadi ancaman bagi Suzuki yang pertumbuhannya tidak secepat pertumbuhan skutik secara nasional. Namun, strategi baik dari Suzuki yang pada tahun 2009 melakukan strategi peningkatan pelayanan dan pengembangan skutik.
Penjualan sepeda motor Suzuki sejak tahun 2005 tidak mampu mempertahankan posisinya sebagai pesain kuat Yamaha. Pada tahun 2006 penjualan sepeda motor Suzuki mengalami penurunan yang sangat drastic yakni sebesar 47,97 %.
Pertumbuhan penjualan Suzuki jika dibandingkan dengan pertumbuhan nasional adalah sebanding, artinya pada saat pertumbuhan nasional turun maka pertumbuhan penjualan Suzuki juga turun. Namun pertumbuhan negative Suzuki saat pasar nasional tumbuh negative menunjukkan angka yang snagat drastic, yakni pada 2006 dan 2009 dimana Penjualan Suzuki turun drastic dibandingkan dengan penjualan nasional.
Penjualan ekspor Suzuki merupakan jumlah ekspor terbesar untuk seluruh produsen sepeda motor di Indonesia. Suzuki mengekspor 24.725 unit sepeda motor pada tahun 2009 dengan saran utama adalh Malaysia dan singapura. Pertumbuhan ekspor sepeda motor di Indonesia juga mulai membaik setelah mencapai titik balik di tahun 2004. Pangsa pasar sepda motor ekspor ini cukup menjajnikan jika melihat data penjualan pada tahun 1998-2002.
Dibandingkan pesaing utamanya, Honda dan Yamaha, yang memiliki segmentasi pasar yang jelas (contohnya Yamaha dengan produk-produknya yang tersegmentasi untuk pasar pemuda, wanita, dan lainnya, seperti MIO yang pada awalnya difokuskan untuk wanita), Suzuki dalam hampir keseluruhan produknya tidak tersegmentasi secara jelas, hal ini dapat dirasakan dari promosi mereka yang sasarannya mengambang.
Salah satu faktor paling penting dalam industri otomotif adalah ketersediaan bahan bakar minyak dan stabilitas harganya. Pada beberapa tahun belakangan harga minyak dunia cenderung stabil pada level 70-90 US Dollar per barell.
Sumber: http://faridakbar2005.wordpress.com/2010/10/27/analisa-strategi-industri-sepeda-motor-suzuki/
2. Data penjualan motor Yamaha
Penjualan sepeda motor nasional yang tergabung dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), hingga bulan ke 7 tahun ini sudah mencapai angka 4.328.642 unit. Terlihat besar, tapi sebenarnya turun bila dibandingkan tahun lalu yang pada periode sama bisa tembus 4.813.969 unit. Turunnya penjualan sepeda motor ini salah satunya adalah karena kebijakan batas minimum pemberian uang muka oleh lembaga pembiayaan yang jumlahnya ditingkatkan oleh Bank Indonesia, kini minimal ada di angka 20 hingga 25 persen. Bila dirinci tiap merek, Honda masih mendominasi pasar dengan total penjualan 2.447.876 unit. Secara market share juga tetap paling tinggi bila dibandingkan dengan pabrikan lain. Honda menguasai market share hingga 56,55 persen. Sedang Yamaha ada di posisi kedua dengan 34,73 persen.
Sedang pada bulan Juli 2012 sendiri, penjualan sepeda motor nasional sedikit meningkat 6,39 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Juli tercatat 585.658 unit, sedang Juni hanya 550.468 unit. "Karena mau lebaran jadi pasarnya meningkat," analisa Sigit Kumala, ketua bidang komersil AISI. "Meski begitu peningkatannya tidak terlalu signifikan, padahal tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai 15 sampai 20 persen," beber pria ramah ini. Hal yang sama diutarakan pihak PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). ”Naiknya penjualan di bulan Juli karena konsumen bersiap menyambut Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada kenaikan jelang Lebaran,” papar Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head PT YIMM. Hampir semua pabrikan mengalami peningkatan penjualan. Mulai dari Honda, Yamaha juga Suzuki.
Sumber: http://motorplus.otomotifnet.com/read/2012/08/08/333517/30/9/Update-Penjualan-Sepeda-Motor-Nasional-7-Bulan-Tembus-43-Juta-Unit
1. Data penjualan motor Honda
Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan The All New Honda BeAT- FI dengan tampilan dan mesin handal yang telah mengadopsi teknologi injeksi terbaru di kelasnya.
Kehadiran Honda BeAT telah diterima dengan sangat baik oleh masyarakat sehingga terbukti menjadi skutik terlaris di Indonesia. Perubahan besar pada model ini terlihat pada desain terbaru, mesin handal 110cc PGM-FI, dan fitur-fitur kenyamanan baru. Model ini salah satu bagian dari rencana perusahaan untuk mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan pada produk-produk terbarunya seperti yang telah dideklarasikan pada November tahun lalu.
Desain terbaru
The All New Honda BeAT- FI diperkenalkan kembali sebagai salah satu bagian dari evolusi desain yang sporti dan stylish, namun tetap mempertahankan ukurannya yang compact. Desain baru ini mengusung konsep sport progresif dengan lekuk garis tajam mendeskripsikan karakter kecepatan. Dipadukan dengan inovasi teknologi tercipta sebuah desain terbaik dengan perbaikan fitur yang luar biasa.
Mesin Injeksi Handal 110cc
The All New Honda BeAT-FI dibekali mesin handal 110cc PGM-FI yang menghasilkan performa lebih baik, lebih efisien, dan ramah lingkungan. Konsumsi The All New Honda BeAT- FI tercatat 58 km/liter atau lebih hemat 30% dibandingkan dengan generasi sebelumnya (metode pengukuran ECE R40) dan mempertahankan posisinya sebagai motor paling irit di kelasnya. Skutik ini juga mampu menekan emisi gas buang secara drastis sehingga mencerminkan komitmen Honda untuk mengaplikasikan teknologi injeksi pada semua produknya sampai akhir tahun 2013. Langkah ini sebagai salah satu upaya perusahaan berkontribusi dalam menciptakan “Langit Biru di Indonesia.”
Fitur-Fitur Kenyamanan
The All New Honda BeAT- FI dibekali dengan bagasi berukuran 11,2 liter atau lima kali lebih luas dari generasi sebelumnya sehingga memberikan manfaat yang lebih besar untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Model ini juga memiliki pijakan kaki yang lebih luas, jok yang lebih lebar dan panjang, serta pijakan kaki pembonceng yang dapat dilipat, sehingga menciptakan posisi berkendara terbaik untuk pengendara dan pembonceng. Dengan tetap mempertahankan ukurannya yang compact, perubahan ini dapat menciptakan kenyamanan berkendara. Terkait fitur-fitur lainnya, model ini tetap dilengkapi standar samping otomatis (Side Stand Switch) di mana mesin tidak dapat dinyalakan apabila dalam posisi turun, serta Brake Lock yang pada model ini lebih mudah dioperasikan yang berfungsi untuk mencegah motor loncat saat dinyalakan. Selain itu, model ini juga dilengkapi fitur unggulan lain seperti pengaman kunci bermagnet (Magnetic Key Shutter) yang efektif mencegah pencurian.
Varian Baru Combi Brake System (CBS)
AHM juga melengkapi kehadiran The All New Honda BeAT- FI ini dengan menambahkan varian baru yaitu yang sudah mengadopsi sistem pengereman Combi Brake System (CBS) yang berfungsi menambah kepakeman pengereman. Dengan menarik tuas rem kiri, rem belakang dan rem depan dapat berfungsi dengan optimal. Dengan varian ini, The All New Honda BeAT- FI ini memiliki fitur keamanan terbaik di kelasnya.
President Director AHM Yusuke Hori mengatakan The All New Honda BeAT- FI merupakan model strategis Honda yang didesain dan dikembangkan untuk pasar motor Indonesia. Dengan kehadirannya, sepeda motor injeksi Honda saat ini bertambah menjadi 8 model. “Model ini merupakan komitmen nyata kami dalam mempersembahkan produk ramah lingkungan untuk masyarakat Indonesia memasuki era injeksi. Sebagai pemimpin pasar, kami berkomitmen untuk terus berupaya menciptakan emisi yang bersih dan kendaraan bermotor yang hemat bahan bakar.”. Executive Vice President Director AHM Johannes Loman menyatakan desain baru dengan mesin handal injeksi 110cc dan fitur-fitur baru pada The All New Honda BeAT- FI ini akan memberikan manfaat dan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Model baru ini akan melanjutkan kesuksesan generasi sebelumnya yang telah terbukti diterima dengan baik oleh masyarakat, karena mampu menemani aktifitas sehari-hari melalui ukurannya yang compact, sesuai dengan postur badan rata-rata masyarakat Indonesia serta performa mesinnya yang handal, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. “Komitmen kami dalam menciptakan produk injeksi ramah lingkungan tidak akan berhenti pada peluncuran model ini saja. Kami telah menyiapkan jaringan layanan purna jual yang luas dengan mekanik handal yang siap melayani konsumen setia Honda.”
Kondisi Pasar
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, total penjualan skutik Honda tumbuh signifikan sebesar 24,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari 1.690.072 unit menjadi 2.101.605 unit. Dengan angka ini AHM berhasil menguasai pangsa pasar 67,1% di pasar motor skutik nasional yang pada periode ini tercatat sebesar 3.129.964 unit. Honda BeAT tercatat menjadi kontributor utama penjualan Honda dengan angka penjualan sebesar 1.042.688 unit atau meningkat 42,4% dibandingkan dengan penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar 732.154 unit.
Varian dan Harga
The All New Honda BeAT- FI dipasarkan mulai bulan Oktober 2012 dengan harga (on the road Jakarta) Rp13,5 juta untuk varian combi brake system, Rp. 12,9 juta untuk varian cast wheel, dan Rp 12,1juta untuk varian spoke wheel. The All New Honda BeAT- FI hadir dalam banyak varian warna untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Untuk varian CBS terdapat 5 pilihan warna yaitu Techno White, Hard Rock Black, Electro Red, Trance Blue, dan Samba Orange. Adapun untuk varian Cast Wheel dilengkapi 6 pilihan warnanya adalah Techno White, Hard Rock Black, Electro Red, Groovy Blue, Disco Green, dan Samba Orange. Serta varian Spoke Wheel hadir dengan 3 pilihan warna; Techno White, Hard Rock Black, dan Electro Red. AHM menargetkan The All New Honda BeAT- FI terjual sebanyak 120.000 unit/bulan.
Sumber: http://www.astra-honda.com/
Korsleting, Penyebab Kebakaran
Api melahap bangunan sekolah di Jalan Praja Lapangan No.8 RT 14 RW 01, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Api melahap SMP dan SMK Yayasan Pendidikan Umat Islam (YPUI) sekitar pukul 07.30.
Ghozali, pengurus masjid, 72, mengatakan api berawal dari lantai dua ruangan kelas. Saat kejadian Ghozali sedang berada di masjid yang lokasinya persis di samping sekolah. Menurut dia, api diperkirakan berasal d
ari hubungan pendek arus listrik. "Soalnya ruangan kelas sepi sedang pada libur," kata dia.
Menurut Rio Afrizqi, siswa kelas 7 SMP YPUI mengungkapkan api membakar ruang kelas SMK. "Tapi sepertinya ruang kelas saya juga terbakar," kata dia.
Dari pantauan Tempo, 20 unit mobil Damkar dari kantor pemadam kebakaran Lebak Bulus tampak berusaha memadamkan api yang berada di lantai dua. Saat petugas berusaha memadamkan api atap gedung terlihat roboh karena hangus terbakar si jago merah. Beruntung api tidak merambat bangunan masjid yang sedang dalam proses renovasi.
Hingga kini petugas masih melakukan pemadaman api. Belum diketahui berapa besar kerugian akibat kebakaran ini. "Sejauh ini tidak ada korban jiwa," ujar Syarofudin petugas pemadam.
Dia pun belum bisa menaksir penyebab asal muasal api. Namun Syarofudin memperkirakan sekitar sepuluh ruangan kelas hangus terbakar.
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/10/21/083436897/Korsleting-Penyebab-Kebakaran-Sekolah-YPUI
Tawuran Pelajar
Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus.
DAMPAK PERKELAHIAN PELAJAR
Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang terakhir ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.
PANDANGAN UMUM TERHADAP PENYEBAB PERKELAHIAN PELAJAR
Sering dituduhkan, pelajar yang berkelahi berasal dari sekolah kejuruan, berasal dari keluarga dengan ekonomi yang lemah. Data di Jakarta tidak mendukung hal ini. Dari 275 sekolah yang sering terlibat perkelahian, 77 di antaranya adalah sekolah menengah umum. Begitu juga dari tingkat ekonominya, yang menunjukkan ada sebagian pelajar yang sering berkelahi berasal dari keluarga mampu secara ekonomi. Tuduhan lain juga sering dialamatkan ke sekolah yang dirasa kurang memberikan pendidikan agama dan moral yang baik. Beg
tu juga pada keluarga yang dikatakan kurang harmonis dan sering tidak berada di rumah.
Padahal penyebab perkelahian pelajar tidaklah sesederhana itu. Terutama di kota besar, masalahnya sedemikian kompleks, meliputi faktor sosiologis, budaya, psikologis, juga kebijakan pendidikan dalam arti luas (kurikulum yang padat misalnya), serta kebijakan publik lainnya seperti angkutan umum dan tata kota.
Secara psikologis, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik. Pada delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat. Sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. Di sini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti angotanya, termasuk berkelahi. Sebagai anggota, mereka bangga kalau dapat melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya.
TINJAUAN PSIKOLOGI PENYEBAB REMAJA TERLIBAT PERKELAHIAN PELAJAR
Dalam pandangan psikologi, setiap perilaku merupakan interaksi antara kecenderungan di dalam diri individu (sering disebut kepribadian, walau tidak selalu tepat) dan kondisi eksternal. Begitu pula dalam hal perkelahian pelajar. Bila dijabarkan, terdapat sedikitnya 4 faktor psikologis mengapa seorang remaja terlibat perkelahian pelajar.
1. Faktor internal. Remaja yang terlibat perkelahian biasanya kurang mampu melakukan adaptasi pada situasi lingkungan yang kompleks. Kompleks di sini berarti adanya keanekaragaman pandangan, budaya, tingkat ekonomi, dan semua rangsang dari lingkungan yang makin lama makin beragam dan banyak. Situasi ini biasanya menimbulkan tekanan pada setiap orang. Tapi pada remaja yang terlibat perkelahian, mereka kurang mampu untuk mengatasi, apalagi memanfaatkan situasi itu untuk pengembangan dirinya. Mereka biasanya mudah putus asa, cepat melarikan diri dari masalah, menyalahkan orang / pihak lain pada setiap masalahnya, dan memilih menggunakan cara tersingkat untuk memecahkan masalah. Pada remaja yang sering berkelahi, ditemukan bahwa mereka mengalami konflik batin, mudah frustrasi, memiliki emosi yang labil, tidak peka terhadap perasaan orang lain, dan memiliki perasaan rendah diri yang kuat. Mereka biasanya sangat membutuhkan pengakuan
.
2. Faktor keluarga. Rumah tangga yang dipenuhi kekerasan (entah antar orang tua atau pada anaknya) jelas berdampak pada anak. Anak, ketika meningkat remaja, belajar bahwa kekerasan adalah bagian dari dirinya, sehingga adalah hal yang wajar kalau ia melakukan kekerasan pula. Sebaliknya, orang tua yang terlalu melindungi anaknya, ketika remaja akan tumbuh sebagai individu yang tidak mandiri dan tidak berani mengembangkan identitasnya yang unik. Begitu bergabung dengan teman-temannya, ia akan menyerahkan dirnya secara total terhadap kelompoknya sebagai bagian dari identitas yang dibangunnya.
3. Faktor sekolah. Sekolah pertama-tama bukan dipandang sebagai lembaga yang harus mendidik siswanya menjadi sesuatu. Tetapi sekolah terlebih dahulu harus dinilai dari kualitas pengajarannya. Karena itu, lingkungan sekolah yang tidak merangsang siswanya untuk belajar (misalnya suasana kelas yang monoton, peraturan yang tidak relevan dengan pengajaran, tidak adanya fasilitas praktikum, dsb.) akan menyebabkan siswa lebih senang melakukan kegiatan di luar sekolah bersama teman-temannya. Baru setelah itu masalah pendidikan, di mana guru jelas memainkan peranan paling penting. Sayangnya guru lebih berperan sebagai penghukum dan pelaksana aturan, serta sebagai tokoh otoriter yang sebenarnya juga menggunakan cara kekerasan (walau dalam bentuk berbeda) dalam “mendidik” siswanya.
4. Faktor lingkungan. Lingkungan di antara rumah dan sekolah yang sehari-hari remaja alami, juga membawa dampak terhadap munculnya perkelahian. Misalnya lingkungan rumah yang sempit dan kumuh, dan anggota lingkungan yang berperilaku buruk (misalnya narkoba). Begitu pula sarana transportasi umum yang sering menomor-sekiankan pelajar. Juga lingkungan kota (bisa negara) yang penuh kekerasan. Semuanya itu dapat merangsang remaja untuk belajar sesuatu dari lingkungannya, dan kemudian reaksi emosional yang berkembang mendukung untuk munculnya perilaku berkelahi.
Sumber: http://kpai.go.id/publikasi-mainmenu-33/artikel/258-tawuran-pelajar-memprihatinkan-dunia-pendidikan.html
Jumat, 19 Oktober 2012
Banjir
Sebuah banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.[1] Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air.[2] Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya.[3]
Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.
Mitos banjir besar adalah kisah mitologi banjir besar yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menghancurkan suatu peradaban sebagai pembalasan agung dan sering muncul dalam mitologi berbagai kebudayaan di dunia.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir
KPK Harus Dalami 4 Masalah Korupsi Simulasi SIM Korlantas
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyampaikan ada empat persoalan yang harus didalami KPK dalam dugaan korupsi pengadaan simulasi kemudi mobil dan motor.
"Ada empat penyimpangan selain suap yang harus didalami KPK," kata Koordinator Divisi Investigasi ICW, Agus Sunaryanto di Kantor ICW, Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Agus mengatakan persoalan pertama adalah adanya indikasi persekongkolan rekayasa dalam persiapan tender. "Perusahaan sudah mengatur spesifikasi jenis barangnya dalam pelaksanaannya, biaya yang dibebankan lebih tinggi 300 persen," ujar Agus.
Persoalan kedua, kata Agus, KPK harus mengusut sub-kontrak pekerjaan utama. Ia mengungkapkan dalam pengadaan simulator kemudi motor dan mobil, Korlantas bekerjasama dengan perusahaan swasta. Perusahaan tersebut ternyata broker yang mensubkontrakkan kepada perusahaan lain.
"Direkturnya sudah divonis 3 tahun di PN Bandung. Dia dianggap wanprestasi, karena pengelapan kontrak. Perusahaan dia mau diakuisisi oleh perusahaan broker itu," kata Agus.
Persoalan ketiga yang perlu diusut KPK adalah indikasi suap yang dilakukan perusahaan swasta kepada pejabat kepolisian. "Adanya informasi aliran dana dari pihak swasta kepada pejabat di Korlantas selain tersangka DS," imbuhnya.
Keempat, adalah adana indikasi penggelembungan harga sekitar Rp 100 miliar. Pengadaan driving simulator, awalnya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepolisian dalam pengurusan SIM sekaligus untuk melatih keterampilan calon pengendara agar terhindar dari kecelakaan akibat meningkatnya jumlah kepemilikan kendaraan bermotor.
Menurut Agus, dalam pengadaan alat ini, ada dua jenis perlengkapan yang dibutuhkan Korlantas Mabes Polri yaitu driving simulator roda dua, dan roda empat. Nilai pengadaan roda dua ini sekitar Rp 50 miliar untuk 700 unit dan roda empat sekitar Rp 140 liliar untuk 556 unit.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Mantan Dirlantas Mabes Polri, Irjen Pol Djoko Susilo sebagai tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan simulasi kemudi mobil dan motor di Korlantas Mabes Polri Jumat kemarin. Akibat perbuatannya, KPK mensinyalir negara mengalami kerugian puluhan miliar rupiah.
Kini, Djoko Susilo menjabat Gubernur Akpol ini diduga melanggar pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Perwira polisi berpangkat bintang dua itu terancam pidana 20 tahun penjara.
Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/07/31/kpk-harus-dalami-4-masalah-korupsi-simulasi-sim-korlantas
Langganan:
Komentar (Atom)